Minggu, 25 Oktober 2009

PERANAN ELEKTRONIK DALAM KOMUNIKASI

Sepintas lalu, hubungan lingkungan hidup dengan komunikasi mungkin tidak nampak. Namun kalau dipikirkan secara lebih mendalam, lingkungan hidup sebenarnya merupakan konsep yang sangat relevan bagi komunikasi ditinjau dari berbagai segi.

Pertama, dipandang dari segi luas, komunikasi hanya berarti dalam konteks lingkungan hidup. Pada intinya. komunikasi adalah proses yang menyangkut hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya Tanpa komunikasi manusia jadi terpisah dari lingkungan. Namun tanpa lingkungan komunikasi menjadi kegiatan yang tidak relevan. Dengan kata lain, manusia berkomunikasi karena perlu mengadakan hubungan dengan lingkungannya, meskipun caranya berbeda tergantung lingkungan yang dihadapi, umpamanya dengan lingkungan sosial tertentu.
Kedua, secara langsung atau tidak sebagian besar komunikasi manusia sebenarnya menyangkut atau bertitik tolak pada informasi tentang lingkungannya. Baik mengenai benda fisik dan komponen lingkungan itu, prinsipnya yang mengatur hubungan antara komponen tersebut, proses dan cara kerjanya, ataupun gagasan dan keinginan yang ada dalam otak manusia mengenai bagaimana seharusnya lingkungan itu. Ini bukanlah hal baru. Pengetahuan dan konsep yang ada pada seseorang dibentuk pertama kali oleh lingkungannya, atau berdasar kepada hal-hal yang diamati dari lingkungan. Andaikata ia kemudian belajar tentang hal-hal mengenai lingkungan yang lain, informasi itu pun akan selalu mengacu atau dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya. Itulah sebabnya maka komunikasi biasanya lebih lancar dan lebih efektif jika menyangkut atau berkaitan dengan lingkungan yang telah dikenalnya. Dapat dikatakan komunikasi akan makin berarti bagi seseorang jikalau informasi yang disampaikan makin terkait dengan lingkungan orang itu.
Berkaitan erat dengan ini adalah relevansi lingkungan yang
ketiga, yaitu dari segi fungsi komunikasi. Seperti yang dikemukakan banyak pakar, bahwa salah satu fungsi penting komunikasi bagi manusia dalam masyarakat adalah pengamatan lingkungan. Di mana ada media, fungsi ini terbantu dengan komunikasi massa yang diharapkan menyampaikan hasil pengamatan secara teratur dan sistematik. Dimana tidak ada media, fungsi ini dilakukan melalui komunikasi interpersonal dan sosial. Orang saling bertanya dan bertukar informasi setiap hari untuk mendapatkan gambaran mengenai perubahan yang terjadi dan keadaan terakhir (termasuk ancaman, bahaya maupun keadaan yang menguntungkan) yang berkembang di sekitaraya, agar mereka dapat menyesuaikan kehidupannya, sebaik mungkin. Oleh karena itu informasi yang diperoleh melalui berbagai media massa memegang peranan sangat penting dalam membentuk sikap mental masyarakat agar dapat berperan secara aktif dalam pelaksanaan pembangunan umumnya dan terhadap kesadaran untuk aktif menjaga kelestarian lingkungan khususnya. Namun dalam pemberian informasi kepada masyarakat ada masalah-masalah yang harus dihadapi;
1. Pemastian penerimaan informasi.
2. Informasi lintas batas (transfrontier).
3. Informasi tepat waktu (timely information).
4. Informasi lengkap (comprehensive information).
5. Informasi yang dapat dipahami (comprehensible information)
Adanya permasalahan ini menuntut bahwa informasi yang dibutuhkan, diharapkan akan memberikan manfaat dan tambahan pengetahuan bagi masyarakat. Kedudukan masyarakat amat penting karena keefektifannya bertindak selaku pengawas terhadap setiap adanya permasalahan lingkungan sehingga diharapkan dengan secepatnya kondisi tersebut diantisipasi dan dikembalikan ke keadaan semula.
Dengan makin berkembangnya teknologi komunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan dan kelestarian lingkungan, sebenarnya masalah kecepatan, daya jangkau, ketepatan, volume maupun jenis informasi yang dapat diberikan kepada masyarakat sudah tidak lagi menjadi permasalahan. Dalam kenyataannya masyarakat masih banyak yang belum memahami apa yang seharusnya diketahui mengenai lingkungan sekitarnya terutama terhadap kegiatan-kegiatan yang memungkinkan timbulnya masalah lingkungan. Seiring dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat, akhir-akhir ini masalah lingkungan banyak menarik perhatian terutama dari media massa yang meliput secara langsung atau berdasarkan laporan dari masyarakat yang terkena dampak masalah lingkungan.
Dari ketentuan Undang Undang No. 4 Tahun 1982 Pasal 9 tentang Lingkungan Hidup yang berbunyi;
"Pemerintah berkewajiban menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran masyarakat akan tanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui penyuluhan, bimbingan, pendidikan, dan penelitian tentang lingkungan hidup".
Dampak Komunikasi ?
satu dari beberapa teori-teori komunikasi yang dihasilkan dari penelitian di bidang komunikasi mengenai efek media komunikasi. Kedua teori tersebut khususnya digunakan untuk memahami penggunaan media elektronik untuk komunikasi interpesonal. Contohnya, ketika kita menggunakan handphone, alat komunikasi tersebut memudahkan kita untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan kerabat, sahabat dan rekan sejawat, dimanapun mereka berada. Dengan bantuan handphone kita dapat melewati batas ruang, jarak dan waktu yang selama ini mengungkung gerak komunikasi kita.
Namun sekarang alat komunikasi tersebut tidak semata-mata digunakan untuk melakukan panggilan atau mengirim pesan pendek saja. Saat ini handphone juga digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas di luar kedua aktivitas tersebut dan sebagai pemenuhan kebutuhan akan gaya hidup seperti video call, conference call, hingga ber-chatting ria di internet. Begitulah media elektronik dapat mempengaruhi komunikasi interpersonal kita. Hal tersebut juga berlaku pada media komunikasi yaitu komputer. Penelitian yang dapat menggambarkan bagaimana komputer dapat mempengaruhi komunikasi interpersonal terlihat pada organisasi dimana jaringan komputer digunakan untuk segala bentuk komunikasi elektronik. Hal ini dikaji dalam studi computer mediated communication, dan menyangkut media yang tidak secara langsung berhubungan dengan jaringan komputer seperti telekonferensi video, dan kegiatan lain yang membutuhkan komputer sebagai penghubung seperti ¬mengecek e-mail.
Konsep penting dalam kajian ini adalah “presence”, yaitu pernyataan psikologis dimana objek virtual yang dalam pengalaman seseorang dijadikan objek aktual. Social presence adalah pengalaman sosial dari aktor sosial melalui isyarat sosial yang tergambar dalam berbagai media komunikasi. Jadi, ketika suatu teknologi dalam media komunikasi dapat mengantarai kita untuk melakukan komunikasi, maka media tersebut memiliki social presence didalamnya. Semakin besar sebuah teknologi dapat mengantarai kita untuk melakukan komunikasi yang benar-benar terasa nyata lewat media tersebut, maka semakin besar social presence¬ dari media komunikasi tersebut.
E-mail dengan tampilan yang mengantarai komunikasi interpersonal hanya melalui tampilan teks memiliki nilai social presence yang rendah. Sedangkan video conference, dimana seseorang dapat berkomunikasi satu sama lain lewat suara dan gambar memiliki nilai social presence yang tinggi.
Teknologi media komunikasi memang memberi kemudahan dalam hidup kita. Kita tidak perlu lagi membuang waktu, biaya dan tenaga yang besar hanya untuk berkomunikasi dengan orang lain dimanapun mereka berada. Akan tetapi, setiap hal atau benda pasti memiliki nilai positif dan negatifnya. Dibalik semua keuntungan yang kita dapat dari teknologi media komunikasi seperti komputer natau internet, tentu saja ada dampak negatif yang timbul dari penggunaannya. Teknologi semacam internet pun tidak terlepas dari perangkat teknologi yang disebut komputer. Begitu dahsyatnya kelebihan yang diberikan internet dalam sistem komunikasi kita membuat internet sering digunakan dan sudah menyebar seperti virus. Hari ini jarang sekali orang yang tidak tahu atau tidak pernah melakukan komunikasi lewat internet baik melalui ¬e-mail, chatting ataupun teleconference.
Penyebaran penggunaan internet dalam berkomunikasi mencuri perhatian masyarakat umum dan para pakar komunikasi. Mereka pun meneliti bagaimana dampak dibalik segala kemudahan dan keuntungan yang diberikan oleh media baru tersebut. Bukan hanya saat ini saja, namun dampak sosial dari internet memang sudah menjadi wacana sejak pertama kali munculnya teknologi ini dan menjadi buah bibir sepanjang waktu. Beberapa dampak sosial yang terkuak dari berbagai penelitian belakangan memang sejalan dengan prediksi sebelumnya walaupun ada beberapa yang tidak. Dampak sosial dari internet diantaranya adalah munculnya perilaku antisosial (antisocial behaviour), sindrom kecemasan terhadap komputer (computer anxiety) dan ketergantungan (addiction).
Komunikasi yang efisien di perusahaan…
Smartphone merupakan merupakan suatu alat komunikasi atau telepon selular (perkembangan dari telpon selular) yang dilengkapi dengan organizer digital. Perangkat tersebut dapat juga berfungsi sebagai data organizer, e-mail client, web browser, pemutar musik, pemutar film, kamera digital, GPS, menyunting dokumen, dan fungsi lainnya. Smartphone adalah topik yang dibahas dalam penyusunan paper Sistem Informasi manajemen.
Penggunaan smartphone dalam perusahaan merupakan bentuk investasi yang dilakukan oleh perusahaan yang pada akhirnya diperuntukan untuk mendapatkan keuntungan berupa produktivitas karyawan, dimana jika produktivitas karyawan meningkat maka kinerja karyawan akan meningkat pula dan berdampak pada proses kerja yang lebih efektif dan efisien. Pada kenyataannya penggunaan smartphone untuk meningkatkan produktivitas karyawan suatu perusahaan tidak akan berjal;an efektif jika tidak adanya kontrol dari manajer sistem informasi, yang berfungsi mengontrol akses web keluar masuk setiap karyawan. Kebijakan perusahaan untuk menggunakan smartphone untuk meningkatkan produktivitas karyawannya memilki kelebihan dan kekurangan, dimana kelebihan tersebut dapat dijadikan kekuatan dari penggunaan smartphone ini sendiri dan kekurangannya harus dapat diatasi dengan baik agar tujuan perusahaan yang ingin meningkatkan produktivitas karyawan dapat berhasil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar